Rabu, 06 November 2013

Teori Fotografi


Oleh Didiet Anindita
31 Oktober 2013

Setiap orang tentunya ingin mengabadikan momen-momen berharga dalam hidupnya, dan salah satu cara untuk mengabadikannya adalah dengan foto. Foto juga merupakan alat untuk menyampaikan informasi. Dan dari foto, seseorang bisa mengerti dengan cepat apa yang ingin dikomunikasikan dari lawan bicaranya karena sifatnya yang visual. 


Hidup di dunia komunikasi tentunya kita perlu tahu beberapa teknik yang benar untuk memoto agar orang dapat mengerti apa yang ingin kita sampaikan. Untuk belajar memahami dunia fotografi tentulah tidak mudah, namun tidak sulit juga apabila ada niat dan kita rajin untuk mencoba dari berbagai angle. Menjadi handal tentu butuh waktu, teknik, pengalaman, dan jam terbang. Pada kesempatan kali ini, salah satu pakar di dunia fotografi yaitu Bapak Didiet Anindita mensharingkan beberapa teori dan pengalaman beliau.

Teori Photography
Untuk membuat foto atau kombinasi bisa dari :
-Aperture/kecepatan/speed
-Diafragma/bukaan lensa
-ISO/ASA (kepekaan kamera menangkap cahaya)
Simbol aperture : 1/4000 – 1/2000 – 1/1000 -1/500 – 1/125 -1/60 ­- 1/30 – 1/15 – 1/8 – ¼ - ½ - (-1) –(-2) – (-4) – ( -8) – (-15) – (-30)
Simbol diafragma : 2,8 – 4 – 5,6 – 8 – 11 – 16 – 22 – 32
Simbol diafragma yang dimaksud adalah besarnya (volume sinar) yang masuk ke dalam kamera.

 Zone system adalah sebuah teknik fotografi untuk mengoptimalkan exposure film. Pada dasarnya zone system yang temukan oleh oleh Ansel Adam dan Fred Archer pada tahun 1841 bertujuan memberikan kepada fotografer metode yang sistematik untuk melihat hubungan langsung antara subyek langsung yang dilihat oleh mata dengan hasil yang akan diperoleh dari hasil foto. Juga dapat mengambarkan hubungan langsung antara visualisasi dengan dengan hasil cetak foto. Pada awalnya konsep ini hanya digunakan untuk film Black and White saja, namun kedepannya konsep ini dapat pula di implementasikan dalam fotografi digital yang marak sekarang ini.

Berlanjut ke pemotretan dengan cahaya yang kurang -> slow speed -> keadaan sinar kurang ini terdiri dari 3 macam yaitu;
-panning adalah salah satu teknik fotografi yang digunakan untuk membekukan gerakan benda yang bergerak. Ide dibalik teknik panning ini adalah untuk mengatasi masalah dalam menangkap objek yang bergerak cepat. Ciri-ciri fotonya adalah fokus dengan tajam terhadap objek yang bergerak sedangkan backgroundnya blur.
- zooming adalah teknik yang membuat gambar terkesan blur seakan bergerak menuju atau membuyar dari satu area fokus. eknik ini berbeda dengan panning meski keduanya sama-sama memfokuskan pada obyek dan mengaburkan backround. Sebab pada prakteknya, teknik zooming hanya bisa dilakukan dengan lensa zoom.
- landscape adalah sebuah imaji yang menyajikan sebuah hamparan pemandangan. Imaji yang dihasilkan bukan hanya sekedar foto pemandangan, namun harus bisa menterjemahkan nilai-nilai estetika, etika dan efek sebuah foto landscape. Landscape adalah buah dari ekspresi pribadi, kita harus menggunakan emosi, ide dan konsep serta referensi simbol sebagai medium untuk berkomunikasi (Sah, 2009).

Simbol ukuran lensa: 300mm, 200mm, 185mm, 135mm, 110mm, 105mm, 85mm, 50mm (lensa standar = ukuran mata manusia), 35mm, 28mm, 24mm, 20mm, 16mm(fish eye).
               
Teori Rule Of Third adalah pembagian bidang di dalam frame foto yang dibagi menjadi 3 bidang horizontal dan 3 bidang vertikal.
               
Teori Fashion Photography adalah memoto orang atau model. Biasanya titik fokusnya di muka model bahkan kalau bisa diantara mata.
               
Teori Depth Of Field adalah semakin kecil angka dan bukaan lebar maka tingkat ketajaman semakin sempit. Semakin besar angkanya dan bukaan kecil maka tingkat ketajamannya semakin lebar.

Sepertinya teori yang diberikan oleh Bapak Didiet cukup ringkas dan mudah dimengerti, jadi kita bisa langsung coba mempraktekkan teori dari fotografi tersebut. Selamat mencoba! :)
               
 

Sekilas tentang Bapak Didiet Anindita, beliau dahulu bekerja di femina group dan menjadi pengajar di look school. Sekarang ini beliau menjadi freelance fotografer. (NP)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar