Oleh Didiet Anindita
31 Oktober 2013
Setiap orang tentunya ingin mengabadikan
momen-momen berharga dalam hidupnya, dan salah satu cara untuk mengabadikannya
adalah dengan foto. Foto juga merupakan alat untuk menyampaikan informasi. Dan dari
foto, seseorang bisa mengerti dengan cepat apa yang ingin dikomunikasikan dari
lawan bicaranya karena sifatnya yang visual.
Hidup di dunia komunikasi
tentunya kita perlu tahu beberapa teknik yang benar untuk memoto agar orang
dapat mengerti apa yang ingin kita sampaikan. Untuk belajar memahami dunia
fotografi tentulah tidak mudah, namun tidak sulit juga apabila ada niat dan
kita rajin untuk mencoba dari berbagai angle.
Menjadi handal tentu butuh waktu, teknik, pengalaman, dan jam terbang. Pada
kesempatan kali ini, salah satu pakar di dunia fotografi yaitu Bapak Didiet
Anindita mensharingkan beberapa teori
dan pengalaman beliau.
Teori Photography
Untuk membuat foto atau kombinasi
bisa dari :
-Aperture/kecepatan/speed
-Diafragma/bukaan lensa
-ISO/ASA (kepekaan kamera
menangkap cahaya)
Simbol aperture : 1/4000 – 1/2000 – 1/1000 -1/500 – 1/125
-1/60 - 1/30 – 1/15 – 1/8 – ¼ - ½ - (-1) –(-2) – (-4) – ( -8) – (-15) – (-30)
Simbol diafragma : 2,8 – 4 – 5,6 – 8 – 11 – 16 – 22 – 32
Simbol diafragma yang dimaksud adalah besarnya (volume
sinar) yang masuk ke dalam kamera.
Zone system adalah sebuah teknik fotografi
untuk mengoptimalkan exposure film. Pada dasarnya zone system yang
temukan oleh oleh Ansel Adam dan Fred Archer pada tahun 1841 bertujuan
memberikan kepada fotografer metode yang sistematik untuk melihat
hubungan langsung antara subyek langsung yang dilihat oleh mata dengan
hasil yang akan diperoleh dari hasil foto. Juga dapat mengambarkan
hubungan langsung antara visualisasi dengan dengan hasil cetak foto.
Pada awalnya konsep ini hanya digunakan untuk film Black and White saja, namun kedepannya konsep ini dapat pula di implementasikan dalam fotografi digital yang marak sekarang ini.
Berlanjut ke pemotretan dengan cahaya yang kurang -> slow speed -> keadaan sinar kurang ini terdiri dari 3 macam yaitu;
Berlanjut ke pemotretan dengan cahaya yang kurang -> slow speed -> keadaan sinar kurang ini terdiri dari 3 macam yaitu;
-panning adalah salah satu teknik fotografi yang digunakan untuk
membekukan gerakan benda yang bergerak. Ide dibalik teknik panning ini adalah
untuk mengatasi masalah dalam menangkap objek yang bergerak cepat. Ciri-ciri
fotonya adalah fokus dengan tajam terhadap objek yang bergerak sedangkan
backgroundnya blur.
- zooming adalah teknik yang membuat gambar terkesan blur seakan bergerak menuju atau
membuyar dari satu area fokus. eknik ini berbeda dengan panning meski keduanya
sama-sama memfokuskan pada obyek dan mengaburkan backround. Sebab pada
prakteknya, teknik zooming hanya bisa dilakukan dengan lensa zoom.
- landscape adalah sebuah imaji yang menyajikan sebuah hamparan
pemandangan. Imaji yang dihasilkan bukan hanya sekedar foto pemandangan, namun
harus bisa menterjemahkan nilai-nilai estetika, etika dan efek sebuah foto
landscape. Landscape adalah buah dari ekspresi pribadi, kita harus menggunakan
emosi, ide dan konsep serta referensi simbol sebagai medium untuk berkomunikasi
(Sah, 2009).
Simbol ukuran lensa: 300mm, 200mm,
185mm, 135mm, 110mm, 105mm, 85mm, 50mm (lensa
standar = ukuran mata manusia), 35mm, 28mm, 24mm, 20mm, 16mm(fish eye).
Teori Rule Of Third adalah pembagian bidang di dalam frame foto yang
dibagi menjadi 3 bidang horizontal dan 3 bidang vertikal.
Teori Fashion Photography adalah memoto orang atau model. Biasanya titik
fokusnya di muka model bahkan kalau bisa diantara mata.
Teori Depth Of Field adalah semakin kecil angka dan bukaan lebar maka
tingkat ketajaman semakin sempit. Semakin besar angkanya dan bukaan kecil maka
tingkat ketajamannya semakin lebar.
Sepertinya teori yang diberikan oleh Bapak Didiet cukup ringkas dan mudah dimengerti, jadi kita bisa langsung coba mempraktekkan teori dari fotografi tersebut. Selamat mencoba! :)

Sekilas tentang Bapak Didiet
Anindita, beliau dahulu bekerja di femina
group dan menjadi pengajar di look
school. Sekarang ini beliau menjadi freelance
fotografer. (NP)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar