Selasa, 17 September 2013

PEMAHAMAN BUDAYA DALAM KOMUNIKASI

Kamis, 29 Agustus 2013

Speaker: Mr. Sarwono Hardjomuljadi
Dr, Ir, MSc, MSBA, MPA, MDRBF, MDBF, ACIArb, ACPE


Bapak Dr. Ir. Sarwono Hardjomuljadi menjadi pembicara di kelas Kapita Selekta dengan mengangkat tema “Pentingnya Memahami Budaya Komunikasi”. Dimana kita sebagai pelaku komunikasi perlu menyadari pentingnya pemahaman komunikasi dalam lingkungan komunikasi yang berbeda-beda.

­Dalam kuliah umum yang beliau berikan, bahwa penting sekali untuk memahami komunikasi antar budaya, mengingat beraneka ragamnya budaya Indonesia, beragam pula suku, bahasa dan adat istiadatnya yang sering kali karena kurangnya tolerasi dan pemahaman yang dalam terjadi salah komunikasi. Mengingat hal tersebut, beliau menjelaskan bagaimana jika berhadapan dengan suatu kelompok sosial tertentu untuk mencapai kesepakatan dalam komunikasi.

Pada tahun 1995 beliau dikirim ke Sumatera oleh perusahaan tempat ia bekerja untuk menangani masalah infrastruktur PLN mengenai pembebasan proyek di daerah tersebut karena di persulit oleh penduduk setempat, sehingga beliau harus mendapatkan cara bagaimana untuk mendapat simpatik dari penduduk setempat agar masalahnya cepat terselesaikan.



Caranya adalah ....
Melihat keadaan penduduk setempat, beliau mencari cara untuk melakukan pendekatan positif. Beliau mulai masuk untuk mempelajari bagaimana budaya disana, mulai dari cara berbicara, bergaul, makan, hingga canda gurau. Beliau mengatakan, sedikit demi sedikit pasti kta akan tahu budaya mereka seperti apa.

Pendekatan tersebut, dilakukan dengan cara : 
  • Pendekatan Budaya

Beraneka ragamnya budaya Indonesia bukanlah hal yang menjadi persoalan untuk kita dalam berkomunikasi. Mungkin sering kali kita sering mengecap seseorang dari sudut pandang kita masing-masing, namun jika kita lihat lebih jauh lagi, itu merupakan kekayaan Indonesia yang patut kita banggakan. Masalah yang mungkin sering kita hadapi adalah komunikasi yang kurang tepat antar budaya.

Mengenai hal tersebut, demi mendapatkan simpati dari orang Sumatera, beliau mendekatkan diri dari cara berkomunikasi, tingkah laku sehari-hari hingga beliau dengan penduduk setempat satu paham dengan apa yang mereka maksud.

  • Empati

Selanjutnya adalah dengan empati, artinya kita merasakan apa yang mereka rasakan. Kita memposisikan diri kita ada di posisi mereka. Dengan begitu kita dapat merasakan menjadi bagian dalam masyarakat tersebut.

  • Mulai Masuk ke Budaya Mereka

Ini adalah bagian paling penting dan harus berhati-hati agar tidak terjadi kesalah pamahaman dalam bertindak dan berkomunikasi. Contohnya orang Jepang dengan tradisinya yang harus bersendawa di akhir jamuan makannya sebagai tanda kepuasan sudah dijamu. Jadi jika kita dijamu makan oleh orang Jepang, kita harus bersendawa agar dianggap menghargai jamuan makannya.

Dengan melakukan ketiga pendekatan di atas, kita dapat menciptakan komunikasi yang berkualitas dengan orang – orang yang berbeda budaya. Jika komunikasi sudah terjalin dengan baik, maka akan meminimalisir kesalahpahaman dan hubungan yang tercipta akan semakin harmonis.


Sekilas Tentang Pembicara :




Mr.Sarwono Hardjomuljadi adalah Penasehat Khusus Menteri Pekerjaan Umum , konsultan individu pada manajemen kontrak konstruksi dan penyelesaian sengketa dalam proyek konstruksi.

Beliau merupakan dosen di Sipil Program Graudate Teknik Universitas Katolik Parahyangan dan Universitas Tarumanagara pada Administrasi Kontrak Konstruksi , FIDIC International Trainer Terakreditasi ( FIDIC - IAT ) , Associate Anggota Chartered Institute of Arbiter ( ACIArb ) , Country Representative untuk Indonesia Resolusi Sengketa Internasional Dewan Foundation ( DRBF ).

Beliau juga merupakan Wakil Ketua Hukum , Kontrak dan Penyelesaian Sengketa dari LPJKN ( Badan Nasional Pengembangan Jasa Konstruksi ) , Indonesia Chartered Professional Engineer ( PE - HATHI ) , ASEAN Chartered Professional Engineer ( ACPE ) , anggota INACOLD , anggota Asosiasi Insinyur Indonesia ( PII ) . Memiliki 30 tahun pengalaman dalam kegiatan konstruksi sebagai Panitia Pengadaan , Project Manager dan Koordinator Proyek beberapa Hydro Proyek Tenaga Listrik serta Proyek Panas Bumi di Indonesia dan sebagai Saksi Ahli , Sengketa Dewan untuk beberapa proyek .


Menjadi penulis beberapa buku yaitu Pentingnya Keputusan Manajemen dalam Kontrak Konstruksi berdasarkan FIDIC GCC ( 1999 ) , Strategi Klaim Konstruksi berdasarkan Ketentuan FIDIC Kontrak ( 2006 ) , Tunneling , Metode Konstruksi dan Administrasi Kontrak ( 2007 ) dan penerjemah ke dalam bahasa Indonesia Kondisi FIDIC Kontrak Konstruksi fo MDB Harmonised Edition ( 2008 ) , EPC / Turnkey Project ( 2010 ) dan Short Form Kontrak ( 2010 ) . (FC)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar